Manipulasi Hasil Suara Lapangan Dari Distrik Kebo Harus Dikembalikan

0
152

Ilustrasi: Para TPS dan Keluarga Kesal Hasil Suara Lapangan Distrik Kebo/Boas-MW

MAJALAHWEKO, PANIAI – PPD Distrik Kebo Lompat pagar pada Pileg 2019 di Paniai, hasil suara lapangan sedang bermasalah karena PPD serta pihak lain telah memanipulasi hasil suara lapangan kepada kandidat lain. Perhitungan suara tingkat Distrik yang direkap oleh PPD Distrik Kebo di tingkat KPUD tidak sesuai hasil suara lapangan yang telah dibacakan oleh KPUD Paniai.

“Apabila masyarakat dapat konflik karena permainan politik kolonial pada penyelenggaraan DPRD di Kabupaten Paniai, persoalannya harus tanggung jawab oleh PPD Distrik Kebo, TPNPB, dan Ketua KPU Petrus Nawipa, pada pengalihan suara murni dari masyarakat”, ucapnya telah dilansir di akun fb Suara Wiyaimana Papua (SWP) pada hari senin, 06/2019 kemarin.

Menurutnya, sumber konflik adalah pihak pengalihan rekapitulasi hasil suara lapangan, sehingga dapat dipertanggung jawabkan ketika ada konflik diantara masyarakat disana, ditangguh ialah oknum-oknum yang dicantumkan diatas ini.

“Selain itu Pemuda Kebo mengatakan, masyarakat dari Distrik Kebo sedang menanti hak suara kami kepada orang yang kami pilih, kami harap jangan manipulasi atau jangan pengalihan suara terhadap kandidat yang tidak ada kepercayaan dari kami untuk menjadi anggota DPRD di Paniai”, tegas Yulian E Gobai dalam jumpa pers.

Gobai menambahkan ketika melihat postingan di akun media sosial (SWP) pada senin 06/19 kemarin, saya serta media bangsa papua barat akan kontrol dan mengangkat intervensi PPD, TPNPB, KPUD dan pemangku kepentingan lainnya yang telah terlibat di Paniai kedalam politik kolonial melalui media bangsa.

Disela itu, Admin Suara Wiyaimana Papua (SWP) mengatakan dalam tulisan di akunnya, segala kemunafikan dan kelicikan untuk bermain kedalam adanya unsur kepentingan politik praktis, kami tetap dan terus mengkritik hal itu sampai tuntas semua kesalahan kepada pihak manapun.

“Lantarannya, Masyarakatat menanti hasil rekapitulasi suara murni dari lapangan PPS, dan PPD, itu harus dibacakan dan ditetapkan KPUD menjadi anggota DPRD, jika tidak kami akan mencemari melalui proses terhadap oknum-oknum yang ikut terlibat didalamnnya atas keterlibatan, dan intervensi kedalam agenda Kolonial Indonesia”, tandas Admin Suara Wiyaimana Papua (SWP) Aktivis Pro Merdeka. (BMY)

 

Pewarta : Boas/MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here