Inilah salah satu Roh Kekuatan Persipura yang Ditinggalkan

0
200

Persipura, Bukan Soal Menang Kalah tetapi Soal Harga Diri Orang Asli Papua

Siapapun akan marah jikalau bajumu diinjak-injak oleh orang. Sengaja atau tak sengaja pasti pemilik baju akan marah. Mengapa? karena baju adalah bayangan diri kita. Baju adalah harga diri kita. Apalagi baju yang pernah dipakai untuk membela sebuah kaum, golongan, kalangan, suku, bangsa atau sebuah negara. Jikalau orang lain membakar, menginjak-injak, mengejek atau mencemooh, pasti pemilik baju akan marah. Bisa terjadi permusuhan, perkelahian hingga timbul perang, karena hal itu merupakan penghinaan terhadap harga diri suatu kelompok pemilik baju atau kostum yang diwakilinya.Yosep Iyai, Maradonya Papua di Era 1990-2005

Oleh Engelbertus P Degey

Merah Berani – Hitam Harga Diri

Langsung saja. To the point. Pengurus Persipura sebaiknya mempertimbangkan kembali perubahan kostum / jersey Persipura yang kini hitam-hitam (merah putih), ke kostum lama, Merah Hitam. Sebab hal itu bisa saja menjadi penyebab psikologis turunnya semangat pemain dan berkurangnya suporter. Selain memang kita akui bahwa pemain lama banyak yang hengkang, berumur, faktor pelatih dan jam terbang pemain-pemain baru.

Berkurangnya suporter, sangat terasa. Suporter Persipura Maniac yang biasanya memadati Stadion Mandala dalam setiap kali pertandingan, sudah sangat berkurang. Kostum yang mereka pakai pun semacam bukan warna Persipura lama.

Lebih parah lagi, lagu Persipura karya Hengky MS Black Brothers yang biasanya dikumandangkan sebelum laga dimulai, sudah tak pernah terdengar lagi di stadion Mandala Jayapura. “Ada apa gerangan dibalik semua ini”, gumam Petrus Rumere sambil makan pinang.

Menurut hasil Survey dan poling yang kami lakukan di media sosial dan beberapa situs, terlihat jelas bahwa hampir semua penggemar setia Persipura, tak setuju dengan jersey baru yang tidak sesuai dengan sejarah hadirnya Persipura, yang mana kaos Persipura telah menyatu dengan budaya hidup bangsa Papua.

Warna Merah adalah simbol kemenangan, simbol keberanian, simbol semangat, simbol spirit Mambesak yang sudah lama mendidih dalam setiap insan pencinta sepakbola tanah Papua. Sedangkan warna Hitam dalam baju Persipura adalah simbol warna kulit ras Melanesia, simbol harga diri bangsa Papua, simbol kejujuran dan kepolosan, simbol mutiara hitam dan juga sebagai simbol sportifitas dalam setiap pertandingan.

Dengan baju MERAH HITAM itu, Persipura telah mengukir berbagai prestasi dalam sejarah sepakbola tanah air, baik ditingkat lokal, regional, nasional maupun ditingkat internasional. Mereka telah mengalami kekalahan, kemenangan, juara liga, dan lain sebagainya.

Namun sekarang, masyarakat pecinta sepakbola diatas tanah Papua mulai bertanya, ada kepentingan apa dibalik pergantian Jersey Persipura menjadi Hitam Hitam, atau Merah Putih. Apa hubungan dengan sejarah berdirinya Persipura Jayapura. Apakah mereka mau jadikan kuburan dengan lambang kain warna hitam sebagai simbol bahwa Persipura harus kalah dari waktu ke waktu?

Komentar masyarakat beragam. Ada yang mengatakan, kostum tak pengaruh, tetapi semua Tuhan yang menentukan. Ada yang mengatakan, tergantung pelatih dan pemain. Yang lain mengatakan, Persipura bukan tim yang baru dibentuk. Persipura adalah tim lama dan telah menjadi bagian dari hati masyarakat Papua. Sekalipun telah hadir berbagai klub di tanah Papua seperti Persiwa, Perseru, Persidafon dan lain-lain.

Akan tetapi bagi masyarakat Papua, Persipura adalah salah-salah satu tim kebanggaran diatas tanah Papua yang bisa mewakili tanah Papua menghadang berbagai tim dari luar Papua.

“Baju sekolahan pun jikalau mau ganti warna, pasti saja guru-guru panggil orang tua murid, apakah perlu diganti atau tidak. Paling dilombahkan, voting atau aklamasi”, ujar mama Aksamina Warimon di Nabire (23 Mei 2019).

“Baju hitam merah itu sudah diberkati tanah alam dan manusia Papua yang ada hidup di seluruh belantara bumi ini. Gara gara baju hitam merah ini, tidak tau berapa ribu biji air mata yang pernah jatuh dari para pecintanya. Gara gara hitam merah ini, berapa ratus motor mobil yang pernah terbakar di pinggir Stadion Mandala Jayapura. Gara-gara hitam merah inipula, GBK Senayang pernah digoyang, dirusak total oleh Persipura Maniac”, ujar Yosep Iyai, mantan pemain Malang yang tak pernah dilirik Persipura pada jamannya.

“Siapapun akan marah jikalau bajumu diinjak-injak oleh orang. Sengaja atau tak sengaja pasti pemilik baju akan marah. Mengapa? karena baju adalah bayangan diri kita. Baju adalah harga diri kita. Apalagi baju yang pernah dipakai untuk membela sebuah kaum, golongan, kalangan, suku, bangsa atau sebuah negara. Jikalau orang lain membakar, menginjak-injak, mengejek atau mencemooh, pasti pemilik baju akan marah. Bisa terjadi permusuhan, perkelahian hingga timbul perang, karena hal itu merupakan penghinaan terhadap harga diri suatu kelompok pemilik baju atau kostum yang diwakilinya”, ujar Yosep Iyai yang pernah dijuluki Maradonanya Papua di eranya.

Kasus seperti pergantian kostum / jersey Persipura tanpa diketahui penggemar fanatic, tidak akan diterima oleh semua kalangan. Terbukti dari beberapa polling yang kami lakukan. Mereka berpendapat, kostum Merah Hitam milik Persipura adalah harga diri bangsa Papua. Lewat kostum ini pernah memenangkan berbagai pertandingan di level lokal, regional, nasional dan bahkan ditingkat internasional. Pernah pula kalah atau dirugikan oleh wasit dan berbagai seluk beluk peristiwa yang dilalui sejak dirikan di jaman Belanda. Lalu, dengan alasan apa, para sponsor mengganti kostum kebesaran bangsa Papua yang dipakai Persipura Jayapura itu?

“Bangsa Papua sudah tahu, soal “pemblokiran” imigrasi ketika Persipura hendak berlaga ke luar negeri. Permainan dibalik Persipura kalah 6-0 dari club Kuwait. Persipura mau sempurnakan 5 bintang, Jakarta ganti nama liga dan lain-lain dan lain. Lalu sekarang, seenaknya, Pengurus pergi sembah-sembah mereka”, ujar Yohanes Manuaron.

“Perlu diingat bahwa, baju merah hitam adalah bagian dari spirit of mambesak, roh sejati Persipura. Dilayar kaca, orang hanya lihat apakah baju warna itu ada main ka tidak. Orang akan bangga bila mengenakan kostum tersebut, kostum 4 bintang. ****”, kata Mama Yerinab Magay asal Nabire.

“Baju lama persipura adalah kekuatan lain dari spirit tanah Papua yang sekarang secara halus, masif dan sistematis menghancurkan semangat hidup bangsa Papua diatas tanah airnya sendiri. Kemana dan dimana mata hati, dan mata bathin pengurus Persipura Jayapura?”, tulis beberapa komentator di forum PERSIPURA JAYAPURA. Namun kemudian, link itu dihapus oleh admin.

“Jangan harap, sekalipun datangkan pelatih sekelas Jose Moringho, pemain terhebat seperti Ronaldinho dikontrak membela Persipura, sepanjang tidak pakai seragam lama, lihat saja, penontong akan sepi”, tulis komentator yang lain. 

 

Sumber: swarapapua.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here