Beberapa Waktu lagi Otonomi Khusus di Papua akan kembali ke Jakarta

0
511

Oleh Theo Hesegem

Otsus Papua

MAJALAHWEKO, – Otonomi khusus di Papua, adalah sebagai Gula-gula.manis yang diberikan oleh pemerintah Jakarta. Dari segalah kehawatiran mereka terhadap Papua merdeka ? Begitu kah ? Saya juga tidak tau anda jawab sendiri. Otonomi khusus hanya menjadi sebuah alat untuk menghancurkan perjuangan Papua merdeka dan menutupi kasus-kasus pelanggaran ham di Papua.

Otonomi khusus merupakan sebuah silimut basar yang ditutupi oleh pemerintah jakarta terhadap orang-orang Papua yang punya kepentingan. Sehingga tidak bisa bicara lagi Papua merdeka atau Pelanggaran Ham di Papua.

Saya selalu bertanya Bicara Papua Merdeka itu Bedosa ka ? Menurut saya tidak setiap warga negara punya hak untuk berpolitik dengan bebas, saya tidak pernah melihat di dalam alkitab tidak mencatat orang bicara kebebasan dari penindasan atau bebas dari pelanggaran ham tidak berdosa apa lagi merdeka?

Sejauh ini saya melihat kehadiran otonomi Khusus di Papua tidak ada berubahan sama sekali. Saya melihat setiap distrik sekolah tidak berjalan dengan baik, pelayanan kesehayan sangat diperihatinkan, kehidupan masyarakat tidak ada berubahan justru sangat diperihatinkan.

Contohnya masyarakat harus bagun tempat-2 ibadah mereka harus bergumul panjang membangun dengan iman dengan Tuhan tanpa ada bantuan dari Pemerintah, saya tindak menyangkal mungkin juga ada bantuan-2 dari pemeeintah tetapi ada juga yang mereka harus memebangun sendiri dengan jeripayahnya mereka sendiri.

Dalam rangka otonomi Khusus Papua LSM di Papua juga jarang sekali diperhatikan dan tidak pernah ada kerja sama juga dengan pemerintah untuk mensukseskan papua yang lebih baik aman dan nyaman.

Apa lagi kami yang bicara Ham, saya percaya bahwa orang yang bicara ham selalu dianggap bicara politik sehingga tidak pernah menerima bantuan untuk bekerja-bekerja ham, nanti dapat dana dari sumber lain untuk kerja ham baru nanti akan dipersoalkan.

Dari dana otonomi Khusus tidak pernah ada anggaran khusus yang ditenderkan oleh pemerintah provinsi maupaun pemerintah Daerah untuk LSM yang ada di Papua. Sejak Papua dilaksanakan otonomi Khusus pada tahun 2001 sampai sekarang kerja-kerja LSM di Papua, tak ada artinya bagi pemerintah setempat,akhirnya juga akan kembali ke jakarta.

Sekalipun sudah sekian tahun otonomi khusus dilaksanakan, kehidupan masyarakat tidak ada berubahan hidupnya begitu-begitu saja, tidak bisa melihat uang, macam uang tidak kelihatan sekalipun ada bantuan dana Desa. Saya tidak tau setelah otsus habis, gula-gula apa lagi yang akan ditawarkan pemerintah jakarta? Dan bagimana mereka yang akan menerima gula-gula yang kedua kali lagi ? Silakan pikirkan dari sekarang.

Menurut saya ibarat otonomi khusus Papua

  1. Otonomi khusus ibaratnya sama seperti semut atau kupu-kupu telah mendapat barang yang manis tidak bisa melakikan apa-apa.
  2. Otonomi khusus juga ibaratnya sama dengan mancingan ikan, dimancing dengan dana yang besar sudah tidak bisa bicara politik dan pelanggaran ham
  3. Ibarat.yang lain anak menagis minta ikan tetapi di kasih ular atau anak menagis minta roti tetapi dikasih batu.

Itu pendapat saya silakan di tambahkan, tetapi juga silakan di kurangi, silakan masukan juga saran dan pendapat anda, terkait dengan otsus.

Ibarat yang lain menurut Pemerintah Insonesia jakarta

Papua merupakan istri indonesia yang sangat cantik, yang tidak bisa lepas, dari suaminya. Sedangkan istri itu merasa sedang di perkosa hak-hak hidupnya, atau dia disiksa atau di hina oleh suaminya Dan sebenarnya ia ingin hidup bebas dari penindasan suaminya . Tetapi suaminya tidak mau mengakui kesalahanya, justru ingin memilikinya untuk hidup selamanya sampai mati bersama.

 

Penulis: Theo Hesegem, Pembela ham Papua

Editor: Nuken/MW

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here