Pengusaha dan Calon Pengusaha Anak Asli Papua menjadi Budak diatas Tanahnya sendiri

1
353
Foto Maiton Gurik di Tiom-Kabupaten Lanny Jaya-Papua 2018. (Dok Prbadi)

MAJALAHWEKO, (OPINI) – “Saya banyak diskusi dengan teman-teman Pengusaha dan Calon Pengusaha Anak Asli Papua yang berkecipung di komunitas Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP). Disana, saya banyak mendapati pemikiran-pemikiran brilian, handal dan radikal membahas soal ekonomi orang Papua.

Secara teoritis kami, Anak Pengusaha Asli Papua, tidak begitu mahir tetapi secara praktis Anak Pengusaha Asli Papua, begitu padat intelektualnya dan saya beri jempol.

Mendengar diskusi hangat itu, saya merasa ada sesuatu yang kosong dan belum mengisi oleh waktu, ruang, kesempatan dan modal.

Satu sisi, ide/gagasan tentang usaha/bisnis itu sudah ada dan dimiliki oleh Pengusaha Anak asli Papua yang lahir besar di tanah Papua.

Tetapi, diwaktu yang persamaan, khusus pejabat orang Asli Papua yang lahir besar di Papua dan lahir dari rahim Otsus ini, sungguh buta mata, buta hati dan buta telinga melihat Anak Pengusaha Asli Papua yang potensial itu, sedang diabaikan oleh hegemoni kaum pemodal.

Sedangkan, Pengusaha dan calon pengusaha Anak Asli Papua ini, tinggal menjadi budak diatas tanahnya sendiri.

Saya malu dan tidak mau mendengar, ada sejarah buruk yang mencacat oleh generasi OAP yang lahir di rahim Otsus dan hal itu diceritakan oleh anak-anak cucu dan cici bahwa; Papua duaribu tahun yang lalu pernah ada UU No.21 Tahun 2001 tentang; OTSUS (uang) yang besar jumlahnya, tetapi tidak pernah ada Pengusaha sukses Anak Asli Papua yang ber- kelas kakap seperti; Donald Trump, Sandiaga Uno, Aburizal Bakrie, dan Prabowo Subianto”. Semoga!

 

Penulis: Maiton Gurik, S.I.Kom (Wakil Ketua Bidang Hukum & HAM; KAPP Kab.Lanny Jaya)

Tiom, 09 Juni 2019. Waktu 19: 16 Wit (Waktu Indonesia Tiom).

Editor: Nuken/MW

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here