Demokrasi Kesukuan Penghancur Nasionalisme Orang Papua

4
428

Ilustrasi gambar Sukuisme Orang Papua/Boas-MW

MAJALAHWEKO, OPINI – Demokrasi kesukuan sangatlah tidak relevan diterapkan di papua, karena demokrasi Kesukuan adalah sebuah sistem atau bentuk pemerintahan. Diselenggarakan di dalam batas-batas wilayah hak ulayat, jangkauan hukum adat, dan sistem kepemimpinan serta pola kepemimpinan suku dan segala perangkat kesukuannya.

Jika demokrasi kesukuan diterapkan di papua, maka akan berdampak panjang pada nasionalisme kehidupan orang papua. Karena kita sudah berada di zaman modern atau pascamodern, sehingga tidak perlu ada sistem pemerintahan yang berbau suku, apalagi kesukuan.

Kesukuan berarti sukuisme yang sangat berpotensi menciptakan perpecahan, permusuhan dan perbedaan, maka gagasan ini memupuk dan dapat memicu pada sukuisme dan daerahisme, sehingga tidak relevan sekali terapkan di papua dengan mengingat kemajemukan suku dan rasa nasionalisme yang tinggi di papua.

Ide dan gagasan ini juga akan menciptakan persaingan yang tidak sehat dalam tatanan kehidupan orang papua, karena pertumbuhan sukuisme mendatangkan perbedaan dan pembedaan.

Dalam masyarakat adat tidak ada demokrasi, masyarakat adat itu masyarakat feodal, jadi demokrasi dan masyarakat adat tidak bisa baku dapat. Kedua dari mereka yang menerima atau menolak dengan syarat, Karena itu berkaitan erat dengan pembebasan bangsa ini dari penjajah.

Kalau kita bicara soal kebebasan bangsa ini, saya kira sangat tidak relevan menggunakan konsep demokrasi kesukuan, karena papua dikenal dengan kemajemukan suku, budaya, adat dan lain-lain. Karena membebaskan bangsa ini justru kita membutuhkan nasionalisme, solidaritas, dan kebersamaan.

Jika kita mengunakan konsep tersebut, maka akan berdampak panjang pada nilai-nilai nasionalisme yang kita rangkaikan. Bicara soal papua merdeka bukan bicara soal suku, daerah, dan marga, tapi ini bicara soal pembebasan bangsa papua dari penjajahan klonial indonesia. Perlunya membutuhkan rasa nasionalisme orang papua yang tanpa membedakan, suku, daerah, bahasa, dan lai-lain.

Jadi saya simpulkan bahwa, demokrasi kesukuan adalah idealisme yang menjadi alat penghancur nasionalisme orang papua, karena sangat tidak kontekstual dengan kehidupan dalam kemajemukan suku, budaya, bahasa, dan adat orang asli papua, dan tidak ada refrensi yang meyakinkan untuk membangun demokrasi kesukuan di papua.

Namun itu, (Sem karoba) stop bawah masalah papua dalam perspektif kesukuan dalam pandangan yang kerdil. Karena itu bukan bicara soal wamena merdeka, paniai merdeka, biak merdeka, sorong merdeka dan merauke mardeka serta daerah lain di tanah papua merdeka. Tapi bicara soal papua merdeka adalah harapan bersama untuk bersatu meraih penghargaan kepada sesama orang papua untuk demi kemerdekaan bangsa west papua.

 

Penulis : Jakcson T Gobai
Editor : Boas/MW

🔥0

4 KOMENTAR

  1. Penulis artikel ini tanpa memahami sebuah gagasan secara mendalam namun jelas-jelas mendapat berita di jalan-jalan. Jika ingin memberikan komentar sebuah gagasan, sebaiknya pahami dan pelajari lebih mendalam agar komentarnya tidak seperti artikel ini. Pengagas akan bertanggung jawab dengan gagasannya secara akademik.

    Demokrasi Kesukuan tidak merusak Nasionalisme Papua. Anda belum mampu membedakan nasionalisme versus Demokrasi Kesukuan berarti jelas sekali belum pahami perjuangan yg sedang berlangsung.
    Pengagas memiliki nasionalisme Papua maka dia mengagas sebuah Sistem Pemerintahan Masyarakat Adat.
    Modernisasi adalah sistem ala barat yg tujuannya menghilangkan dan memusnakan nilai-nilai hidup, pandangan hidup, budaya, tatanan hidup, yg pada akhirnya untuk menghilangkan dan menghanguskan bumi dgn hausnya modern merusak planet bumi. Apa solusi Anda untuk pemanasan Global? Demokrasi Kesukuan adalah demokrasi mutakhir dari semua demokrasi yg digunakan seluruh dunia. Demsuk adalah demokrasi masyarakat adat!

    Penulis artikel jelas tidak pahami tentang definisi demokrasi. Tidak pahami sukuisme, tidak pahami mengapa ada konflik antar suku, tidak mampu bedahkan nasionalisme dan demokrasi kesukuan.

  2. Penulis artikel ini tanpa memahami sebuah gagasan secara mendalam namun jelas-jelas mendapat berita di jalan-jalan. Jika ingin memberikan komentar sebuah gagasan, sebaiknya pahami dan pelajari lebih mendalam agar komentarnya tidak seperti artikel ini. Pengagas akan bertanggung jawab dengan gagasannya secara akademik.

    Demokrasi Kesukuan tidak merusak Nasionalisme Papua. Anda belum mampu membedakan nasionalisme versus Demokrasi Kesukuan berarti jelas sekali belum pahami perjuangan yg sedang berlangsung.
    Pengagas memiliki nasionalisme Papua maka dia mengagas sebuah Sistem Pemerintahan Masyarakat Adat.
    Modernisasi adalah sistem ala barat yg tujuannya menghilangkan dan memusnakan nilai-nilai hidup, pandangan hidup, budaya, tatanan hidup, yg pada akhirnya untuk menghilangkan dan menghanguskan bumi dgn hausnya modern merusak planet bumi. Apa solusi Anda untuk pemanasan Global? Demokrasi Kesukuan adalah demokrasi mutakhir dari semua demokrasi yg digunakan seluruh dunia. Demsuk adalah demokrasi masyarakat adat!

    Penulis artikel jelas tidak pahami tentang definisi demokrasi. Tidak pahami sukuisme, tidak pahami mengapa ada konflik antar suku, tidak mampu bedahkan nasionalisme dan demokrasi kesukuan.
    Demokrasi Kesukuan justru jawaban dari konflik antar suku. Demokrasi kesukuan jawaban yg benar untuk suku-suku seperti di Papua supaya tidak ada konflik seperti yang ada dalam demokrasi liberal sekarang.

  3. Sejauh mana Majalahwekonews.com Anda mengenal Demokrasi Kesukaan sampai anda berani sekali membuat postingan propaganda ini? Apa landasan motif anda?

    Jadi seorang penulis di media harus hati-hati, jangan jadi seperti media propaganda Indonesia begini! Ini sudah sangat buruk sekali. Tidak mengapa jika memang benar ini media propaganda faksional, oke-lah, kami paham itu.

    Demikian untuk dipelajari baik, Tuhan berkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here