Saya Menghormati dan Berterima Kasih kepada Mama dan Papa

0
385
Photo Penulis, oleh Dr. Socratez S.Yoman (The President of the Fellowship of Baptist Churches of West Papua)

MAJALAHWEKO,- “Saya hanya seorang manusia biasa dan pendosa/berdosa yang pernah dilahirkan oleh seorang ibu pendiam, sangat cantik, putih, bersih, tutur kata yang sangat lembut, hampir saja nyaris wanita sempurna dan dari seorang ayah yang sangat jujur, tegas, tidak kompromi dengan kejahatan dan terukur dalam berbicara, rendah hati dan sangat cinta dengan pendidikan, keadilan dan kedamaian.

Saya dilahirkan di sebuah kampung kecil Yalugari, pada 6 Juni 1963 (tahun ijazah 1967).

Hari ini, saya ada karena doa dan harapan, dan cinta mereka. Saya takut dan tidak mau mengkhianati doa dan harapan dan cinta mereka. Kejujuran Mama dan Papa seperti lilin kecil yang pernah bersinar dari honai tanpa ventilasi dan tanpa cahaya listrik itu, tidak akan pernah padam.

Saya adalah cahaya dan pelita hati kedua orang tua saya. Dengan cahaya lilin kecil yang pernah ditabur di hati ini, saya menghormati dan berterima kasih kepada Mama dan Papa, saya akan terus bersuara demi keadilan, perdamaian dan martabat rakyat dan bangsaku West Papua.

Saya sadar, saya titipan TUHAN, titipan Mama dan Papa, titipan para guruku, dosenku dan bangsaku West Papua dari Sorong-Merauke. Saya tidak senang dan tidak suka bangsaku dibantai dan direndahkan martabat mereka atas nama NKRI.

Bangsaku harus dihargai martabat mereka sebagai manusia dan pemilik sah Tanah pusaka West Papua. Mereka bukan pendatang. Mereka bukan manusia kelas dua. Mereka adalah manusia gambar dan rupa TUHAN (Kejadian 1:26).”

 

Penulis: Dr. Socratez S.Yoman, 6 November 2018;12:09PM).

Editor: Nuken/MW

🔥0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here