Keputusan Parlemen Internasional untuk West Papua (IPWP) di London 4 Juni 2019

2
4127

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

Photo: Dr. Socratez S.Yoman  (The President of the Fellowship of Baptist Churches of West Papua)

1. Pendahuluan

Rakyat dan bangsa West Papua berhak mendapat informasi yang benar, akurat dan terpercaya. Dengan alasan itu, saya menulis tulisan ini supaya rakyat dan bangsa West Papua dapat mengetahui apa yang diputuskan Parlemen Internasional untuk West Papua pada 4 Juni 2019 di London, Inggris.

Seluruh anggota Parlemen Internasional untuk West Papua termasuk Vanuatu sebagai Negara sponsor utama kemerdekaan West Papua turut hadir dalam pertemuan penting dan bersejarah ini.

Mr. Alex Sobel Ketua IPWP memimpin pertemuan ini dan juga dalam rapat ini dihadiri oleh Peter Prove Ketua Delegasi Dewan Gereja Dunia (WCC) yang mengunjungi West Papua 7-9 Februari 2019 juga diundang hadir.

Peter Prove mewakili Dewan Gereja Dunia (WCC) memberikan kesaksian di depan forum terhormat (IPWP) ini bahwa situasi kehidupan rakyat di West Papua sangat buruk dan Orang Asli Papua semakin dipinggirkan diatas tanah milik mereka.

Dewan Gereja Dunia (WCC) menyampaikan laporan hasil kunjungan di West Papua keadaan 20 tahun dengan sekarang tidak ada perubahan dan kemajuan. Tetapi yang terjadi terhadap Penduduk Asli Papua ialah sangat buruk dan memprihatinkan. Operasi militer di Nduga semakin buruk dan penduduk sudah meninggalkan Nduga karena Operasi Militer sedang berlangsung.

2. Ada Dua Keputusan IPWP

Pertemuan IPWP di London pada 4 Juni 2019 diputuskan dua agenda penting.

2.1. Persoalan West Papua ialah masalah status politik. Maka IPWP mendukung untuk tinjau kembali status politik West Papua melalui mekanisme PBB.

2.2. Persoalan West Papua ialah masalah hukum. Maka IPWP mendukung Pengacara Internasional untuk menggugat status politik West Papua melalui Mahkamah Internasional.

3. Posisi WCC

Dewan Gereja Dunia (WCC) tetap mendukung rakyat dan bangsa West Papua yang memperjuangkan keadilan, perdamaian, hak atas tanah, hak hidup, hak politik dan hak masa depan.

Dalam upaya menegakkan kebenaran, keadilan dan martabat kemanusiaan, Dewan Gereja Dunia mendukung Self Determination/Penentuan Nasib Sendiri. Karena Dewan Gereja Dunia (WCC) tidak membiarkan rakyat dibantai di atas tanah leluhur mereka. WCC melaksanakan peran dan tugas kenabian.

Terima kasih. Semoga berguna.

 

Penulis: Dr. Socratez S.Yoman, M.A (Presiden Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua).

Ita Wakhu Purom, 6 Juni 2019

Editor: Nuken

🔥0

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here