KAPP Merupakan salah satu Korban dari Komentar Palsu yang Dibangun oleh Pejabat Papua

0
189

Oleh: Maiton Gurik

Foto Maiton Gurik di Tiom-Kabupaten Lanny Jaya-Papua 2018. (Dok Prbadi)

MAJALAHWEKO, (OPINI) – “Tiap kali kita baca headline, komentar yang sering dilontarkan oleh pejabat Kab/Kota Provinsi Papua yang lahir dari rahim Otsus adalah; ‘keperpihakan, keperpihakan dan keperpihakan bagi orang asli Papua di berbagai aspek, termasuk keperpihakan terhadap ‘Pengusaha Orang Asli Papua’. Tetapi, kita bisa lihat dalam pelaksanaannya itu selalu tidak konsisten, tidak cepat dan tidak tepat kepada Pengusaha Orang Asli Papua.

Sehingga, komentar murahan itu hanyalah menjadi sebuah ilusi (komentar palsu) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak punya harapan masa depan bagi Pengusaha Orang Asli Papua’ (itu sama seperti, orang bermimpi setinggi langit tetapi gagal karena mimpinya omong kosong). Pun, pengusaha anak-anak asli Papua yang berkecipung didalam komunitas Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) merupakan salah satu korban dari komentar-komentar palsu yang dibangun oleh pejabat Kab/Kota Provinsi Papua tersebut.

Dalam konteks ini, saya mengamati ada sikap ketidakpercayaan pejabat-pejabat Papua terhadap anak-anak Pengusaha Asli Papua (katanya; karena alasan anak Papua tidak mampu ini dan itu).

Sementara disatu sisi, KAPP adalah kumpulan anak-anak terdidik, terpelajar dan siap dipakai diberbagai bidang, termasuk di dunia usaha/bisnis.

Sedangkan, diwaktu yang persamaan, Pengusaha Non-Papua yang berdomisili di 29 Kab/Kota Provinsi Papua, direspon dengan cepat dan tepat oleh pejabat- pejabat Papua dengan murahan memberikan paket-paketan bersifat non-fisik maupun fisik milik hak-hak kesulungan Pengusaha Orang Asli Papua (baca: Perdasus No.18 Tahun 2008 tentang; Perekonomian Berbasis Kerakyatan, bab I pasal1 bagian 27 & Perpres No.17 Tahun 2019 tentang; Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah Untuk Percepatan Pembangunan Kesejahtraan Provinsi Papua dan Papua Barat).

Jadi, omong kosong kalau pejabat-pejabat Kab/Kota Provinsi Papua yang lahir dari rahim Otsus sering berbicara ‘keperpihakan’, tetapi tidak mampu melahirkan Pengusaha-Pengusaha sukses anak Asli Papua merupakan pejabat Papua yang; ‘GAGAL dan MANDUL’ “.

 

Maiton Gurik, S.I.Kom.,M.Sos
(Wakil Ketua Bidang Hukum & HAM; BPD KAPP Kabupaten Lanny Jaya)

Tiom, 06 Juni 2019. Waktu 07:50 Wit (Waktu Indonesia Tiom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here