Penasehat Hukum Tergugat Bupati Yahukimo, tidak Profesional

0
557

MAJALAHWEKO,-  Penasehat hukum adalah orang-orang yang memang telah perpendidikan sarjana Hukum yang mengetahui tentang hukum dan tentang undang-undang KUHP Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Dan KUHAP Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Apa lagi sebagai advokat, ( Penasehat hukum ) penasehat hukum adala memiliki sejumlah pengetahuan tentang Hukum, penasehat hukum adalah tempat bertanya bagi orang awan.

Orang jadi penasehat hukum adalah orang-orang yang menurut saya orang-orang yang hebat dan luar biasa. Saya bersyukur tahun 2018 sampai tahun 2019 saya baku berhadapan dengan penasehat hukum senior dan profesional di Papua. Penasehat hukum yang memiliki segudang pengetahuan tentang hukum.  Saya tidak punya gelar sarjana hukum’ tetapi sedikit-sedikit belajar dan membaca tentang hukum.

Setelah saya pelajari kasus pergantian 192 kepala Desa di Yahukimo, kami mengajukan Gugatan di PTUN Jayapura, akhirnya kami kalah. Sekalipun kami punya bukti dan fakta hukum sangat kuat dalam pembuktian ketika sidang berlangsung.

Saya bukan penasehat hukum atau bukan sekolah sajana hukum ( SH ) saya orang kampung yang terjun ke dunia Ham. Sehingga banyak belajar Dan membaca buku, membuat saya menjadi kaya dengan segudang ilmu hukum. Bagi saya sangat aneh dan lucu penasehat hukum yang sangat profesional, tetapi menjawab di PTUN Jayapura, dengan tanpa bukti-bukti dan fakta hukum.

Menurut penasehat hukum bahwa 192 Kepala Desa diganti Karena:

  1. Tidak tertipnya kepala kampung dalam melaksanakan tiga pokok dan fungsi sebagai kepala kampung dalam hal pengunaan dana Desa
  2. Terdapat aduan dari masyarakat mengenai penyalagunaan dana yang dilakukan oleh kepala kampung

Kedua nomor di atas Penasehat Hukum tergugat Bupati Yahukimo , tidak bisa membuktikan pembuktian terkait penyalagunaan dana.

Saya bukan penasehat Hukum tetapi menurut saya ” kalau di katakan penyalagunaan dana desa berarti 192 kepala kampung menjalani proses hukum Pidana dan kemudian harus ada putusan pengadilan bahwa 192 kepala desa telah melakukan tindak pidana, dan putusan yang dimaksud harus dilampirkan dalam persidangan sebagai pembuktian bahwa mereka bersalah.

Namun penasehat Hukum tidak bisa buktikan fakta hukum tetapi mengada-ada saja, penasehat hukum tidak punya bukti-bukti terkait penyalagunaan dana Desa. Pengunaan dana Desa tidak pernah dipersoalkan oleh Bupati, semua laporan yang dibuat oleh pendamping Kabupaten Yahukimo tidak pernah salah.

Saya berpendapat bahwa penasehat hukum model begini bukan penasehat hukum perofesional, tetapi penasehat hukum yang mengada-ada dan menang di atas kertas tanpa pembuktian.
Membangun tipu-tipu juga adalah sebuah modal bagi orang yang tukang tipu, agar supaya bisa mendapat uang, karena tidak ada pekerjaan lain.  Tetapi sangat memalukan dan bagi siapa yang tipu pasti Tuhan Yesus sudah mencatatnya.

Saya tidak takut berhadapan dengan penasehat hukum yang membangun dengan modal tipu-tipu ini, sekalipun mereka adalah latar belakang sarjana Hukum SH.

Saya orang kampung dan hanya sebagai pembela Hak Asasi Manusia dan mau tegakan keadilan, oleh sebab itu siap bertarung dengan penasehat hukim profesional itu, Untuk itu kami telah mengajukan banding. Kami juga telah menjurat ke Gubernur Papua untuk tinjau kembali putusan yang dimaksud.

Sekalipun saya telah di WA oleh penasehat Hukum tergugat ” bahwa jangan bermimpi naik Banding ” Tetapi kami sebagai warga negara punya hak untuk mengajukan banding karena ruang itu masih terbuka”

Jangan bermimpi naik banding, saya menduga bahwa penasehat hukum punya uang jadi bicara seperti itu, karena kalau bayar uang habis perkara atau menang perkara. Hehehehèee penasehat hukum tetapi tidak paham.

Penasehat hukum yang bicara begini menganggap sudah menang, sehingga mengirim WA seperti itu kepada saya, sebenarnya sebagai penasehat hukum sudah mengetahui jalur ini, tetapi seperti orang yang tidak mengerti di jalur.

Terkait dengan advokat yang tidak profesional, yang tidak bisa membuktikan pembuktian akan saya menjurat kepada organisasi advokat di jakarta. Kami juga akan menjurat ke Komisi Yudisial terkait putusan Ketua Majelis hakim dan anggota PTUN Jayapura.

Jangan pernah takut becara keadilan dan menjaga keutuhan dari keadilan itu, Karena keadilam itu milih Tuhan Yesus.

 

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP )

Direktur Eksekutif

Theo Hesegem

🔥1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here