Hal yang baru ada dalam Buku, bukan dari Perkataan Manusia

0
180
Ilustrasi

MAJALAHWEKO, (OPINI) – Pada suatu hari di tempat yang sunyi dan sepi, saya membaca buku diberikan oleh abang Alfos Heru Gobai, ST yang  ditulis oleh Ardi Surya Ardianto tenang “menyingkap rahasia jadi penulis dia pernah mengatakan dalam bukunya, hal yang baru anda akan mengetahui dalam buku, bukan dari perkataan manusia. Karena ada dalam buku adalah mereka menulis fakta yang pernah terjadi pada saat itu.

Namun bisa dibilang juga Buku adalah sember ilmu maka siapa dia ingin cerdas dalam bidang yang anda inginkan berarti budakanlah membaca,  menulis dan mengdiskusikan sebuah problem yang anda mengetahui setelah selesai membacanya.

Setelah anda membaca buku, masalah yang anda menemukan harus di tulis lalu lalu berbagi sesama manusia. Setelah membaca dan menulis, harus diskusikan sama sesama kawan yang ada di sekitar kita. Sebab manusia hidup secara con politicon artinya selalu ketergantungan dengan insan yang lainnya.

Saya rasa ketiga hal tersebut sangat penting bagi kaum Mahasiswa yang aktif maupun pro-aktif dalam bidang Akademik pada detik ini dan akan datang. Karena Mahasiswa yang sudah lewat waktunya, tidak bisa tarik kembali oleh manusia biasa, kecuali orang punya kebenaran, keadilan dan kemanusiaannya.

Lalu kenapa hal baru bukan diketahui melalui orang? Bisa saja dari orang lain juga tapi mustikan kami tahu bahwa perkataan manusia terkadang selalu ada kata kebohongan demi memusnahkan atau menghancurkan kehidupan orang lain.

Sepertinya realita yang sedang terjadi pada saat ini, ada kebanyakan orang yang selalu mempaparkan dimana saja dia berada, berbagai macam pariasih kata-kata yang belum pasti.

Untuk itu, sebuah rencana yang saya rencanakan pada saat itu sampai saat ini, saya ingin melihat dikontrakan saya seperti dunia ilmu alias TOKO BUKU sepertinya latar belakang saya,  demi generasi penerus Papua. Karena konsepanku saya ingin membuka perpustakaan lalu siapa saja boleh masuk baca buku tapi dengan catatannya, setelah selesai membaca harus kasih kembalikan ke tempat semulah.

Saya merasa bahwa hal itu sangat penting bagi generasi penerus Papua demi mencerdaskan watak dan karakter kita untuk kedepannya. Sebab tanpa membaca, menulis dan diskusi saya rasa tidak akan sendirinya akan tajam wawasan kami,  terutama kaum sebagai mencalonkan diri dalam dunia akademik maupun Mahasiswa/i.

Kenapa saya mengatakan demikian kawan-kawan?  Karena membebaskan suatu bangsa, bukan ditangan orang tua tetapi dipundak kaum muda-mudi dan Mahasiswa/i.

Penulis diatas ini salah satu Mahasiswa aktif dalam bidang akademik yang sedang menimbah ilmu di kota studi Makassar bernama Sumber Badaki Bomaibo, Tua Gila Di Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here