Fakta dan Bentuk Kejahatan Kemanusiaan di Papua

0
212
Bukti Foto (Dok)

Fakta Genosida

Pelan dan pasti rakyat Papua ada dalam kepunahan, “terancam” akibat dari bossnya kebijakan pemerintah di Tanah Papua selama 53 Tahun. Dalam kurung waktu tersebut, sejak 1 Mei 1963-2015, telah tercatat sedikitnya 12 Operasi tumpas dilakukan oleh militer Indonesia terhadap rakyat Papua. Operasi di Papua dimulai sejak era Presiden Soekarno sampai Soeharto, Provinsi Papua dijadikan Daerah Operasi Militer (DOM), sehingga beberapa kali terjadi Operasi militer dibawah angkatan Bersenjata Republik Indonesia (APRI), sekarang disebut Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Pada 1 Mei 1963 pemerintah menempatkan TNI dalam jumlah besar di seluruh Tanah Papua untuk melakukan operasi militer besar-besaran, yang memakan korban rakyat Papua dalam jumlah begitu besar.

Serangkaian operasi militer di Papua antara lain;
1. Operasi Sadar (1965-1967)
2. Operasi Bhratayuda (1967-1969
3. Operasi Wibawa (1967-1969)
4. Operasi Pamungkas (1969-1971)
5. Operasi Militer kabupaten Jayawijaya (1977)
6. Operasi Sapu Bersih II & II (1981)
7. Operasi Galang I & II (1982)
8. Operasi Tumpas (1983-1984)
9. Operasi Sapu Bersih (1985)
10. Operasi Militer di Mampeduma (1996).

Selanjutnya operasi militer melahirkan tragedi kemanusiaan, dikenal dengan;
1. Peristiwa Biak Bendara (1998)

2. Peristiwa Abepura Berdara & Peristiwa Wamena Berdara (2000)

Di Era Otonomi Khusus (Otsus) Papua pun masih terjadi banyak peristiwa pelangaran HAM di Papua;
1. Peristiwa Wasior Berdara (2001)
2. Peristiwa Wamena Berdara (2003)
3. Operasi Militer di Puncak Jaya (2004)
4. Peristiwa Uncen Berdara (2006)
5. Peristiwa Paniai Berdara (2014)
6. Operasi Militer di Ndugama (2018)
7. Dan Banyak Peristiwa Pelanggaran HAM saya tidak sebut satu persatu.

Pada 1960-an hingga akhir 1990-an masih terlihat secara fisik dimana pembunuhan terhadap orang Papua melalui operasi tumpas, Pembunuhan secara langsung. Akan tetapi memasuki tahun 2001 pola tersebut terjadi melalui sistem dan kebijakan. Misalnya program transmingrasi, program keluarga berencana, pemasokan minuman keras dalam jumlah yang besar ke Papua.

Di Papua, Konsumsi alkohol bisa berdampak pada kematian. Selain alkohol, racun makan menjadi kasus mematikan bagi orang asli Papua, pelayanan kesehatan yang tidak memadai, bencana kelaparan dan penyakit HIV/AIDS merupakan penyebab dan kondisi yang menekan angka pertumbuhan penduduk asli Papua dan mengancam populasi orang Papua.

Ambon, 07/05/2019
(Oleh Abner Holago)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here