Mahasiswa USTJ Berunjuk Rasa Menuntut Perbaikan tata kelola Kampus

0
87
Para mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Papua, berunjukrasa di halaman Rektorat kampusnya, Kamis (9/5/2019). – Jubi/Benny Mawel

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Para mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Papua, berunjukrasa di halaman depan Rektorat kampus mereka, Kamis (9/5/2019). Mereka mengeluhkan biaya kuliah yang mahal, dan tak sebanding dengan fasilitas perkuliahan yang mereka dapatkan. Mereka juga mempertanyakan mengapa gaji para dosen mereka yang lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi Papua. 

Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Alex Gobay menyatakan para mahasiswa yang berunjukrasa menuntut Yayasan Bhineka Tunggal Ika untuk memperbaiki tata kelola USTJ. “Tuntutan utama mahasiswa, manajemen kampus harus dibenahi,”ungkap tegas Alex Gobay di Jayapura, Kamis.

Para mahasiswa berunjukrasa dengan membawa menyebarkan pamflet, berorasi, dan membakar ban bekas di halaman Rektorat USTJ. Salah satu mahasiswa yang berorasi, Agust Kogoya, mengeluhkan buruknya kualitas perpustakaan kampus yang kekurangan koleksi, dan hingga tata kelola perkuliahan yang dinilainya kacau. “Kami butuh kejelasan dari kampus ini,”ungkap Agust Kogoya.

Sejumlah mahasiswa menilai, buruknya tata kelola kampus dan kegiatan belajar mengajar di USTJ antara lain disebabkan kecilnya gaji para dosen, beberapa diantaranya bahkan digaji lebih kecil dari Upah Minimum Provinsi (UMP). Di pihak lain, para mahasiswa merasa sudah membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan biaya wisuda yang mahal. Dalam pamfletnya, para mahasiswa menuliskan tuntutan agar gaji para dosen dinaikkan setara UMP, dan SPP diturunkan.

Gubernur Mahasiswa Program Studi Aristektur, Yohana Tintanaungan meminta kampus mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk memperbaiki fasilitas belajar mengajar USTJ.  “Kami membayar mahal, tapi ketika kami meminta dana hanya senilai Rp 1 juta untuk memperbaiki ruangan gambar, kampus menolak,” ungkap Tintanaungan.

Sejumlah wakil mahasiswa berunding dengan Rektorat dan manajemen USTJ, membahas tuntutan para pengunjukrasa untuk bertemu pimpinan Yayasan Bhineka Tunggal Ika. “Kami bersepakat bahwa Ketua Yayasan Bhineka Tunggal Ikan akan menemui para mahasiswa pada Senin pekan depan, pukul 10.00 pagi. Aktivitas kampus diliburkan hingga Ketua Yayasan menemui para mahasiswa,” kata Alex Gobay usai berunding dengan Rektorat dan manajemen USTJ.

Pembantu Rektor III USTJ, Isak Rumbarar, mengapresiasi keinginan mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka kepada  pihak yayasan. Rumbarar menyatakan sejumlah tuntutan mahasiswa -termasuk tuntutan menurunkan uang SPP dan menaikkan gaji para dosen-akan berdampak kepada tata kelola USTJ.

“Saat ini, kalau dihitung-hitung, uang SPP mahasiswa mestinya harus dinaikkan lagi. Akan tetapi, masalah itu memang harus dijelaskan oleh yayasan kepada para mahasiswa. Terkait kesejahteraan dosen, hal itu memang sering dikeluhkan,”ungkap Rumbarar.

Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bhineka Tunggal Ika, Vincent Kudiai menjelaskan ketua yayasan pada Kamis sedang menghadiri pertemuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Bali. Kudiai mengatakan ketua yayasan akan menemui para mahasiswa pada Rabu pekan depan. (*)

Sumber: Jubi

Editor: Aryo Wisanggeni G

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here