Dana Masyarakat Lari ke Kios ini

0
607

Oleh: Nuken Kogoya,S.H

Kios langanan Kepala kampung dari nLanny Jaya

MAJALAHWEKO, WAMENA – Salah satu kios yang terletak di depan jalan Makki-tiom, atau dekat Terminal Ibele Wamena kota ini merupakan langganan beberapa kepala kampung dari kabupaten Lanny Jaya Papua. 

Penulis tidak sebutkan nama kepala kampung dan berapa kepala kampung yang biasa ambil barang-barang disini. (Berupa utang) tanpa bayar. Hampir satu minggu dua atau tiga kali mereka datangi di kios tersebut, dengan tujuan minta-minta gula-kopi dan rokok dan kebutuhan lain.

Rata-rata Mereka (kepala Kampung) janji, nantinya akan bayar ketika uang Dana kampung cair. Jadi mereka ambil hari-harinya kalau kita hitung-hitung atau jumlahkan itu bisah sampai kena jutaan.

Penulis mendengar dan melihat langsung salah satu kepala kampung dari kabupaten Lanny Jaya, saat itu saya dengan beberapa kawan-kawan sempat berdiri di depan kios tersebut, dan ketika kepala kampung itu keluar dari kios itu dan berkata “ado ade-ade tadi saya mau ambil gula kopi dan rokok tapi utang tumpuk sampai delapan juta jadi susa ini” katanya.

Penulis terus pantau kios ini, apakah hanya satu kepala kampung ini atau banyak, ternyata beberapa kali pantauan benar bahwa, ada beberapa kepala kampung ada hubungan dengan bos kios ini sangat baik, mereka mendatangi kios tersebut dan minta-minta barang kios, seperti gula-kopi, susu, rokok, sabun, dan lain sebagainya.

Yang lebih parah lagi mereka pinjam uang seratus, hingga lima ratus untuk satu kali hingga kini utang mereka hampir rata-rata sepuluh sampai dua belas juta pada kios tersebut.

Mereka Bayar Pake Uang apa?

Jika kita hitung-hitung gaji kepala kampung tidak lebih dari sepuluh juta ketas. Gaji kepala kampung rata-rata hanya dibawa sepuluh juta. Apakah sangup mereka lunaskan pake uang honor kepala kampung tersebut? Istri dan anaknya makan apa? Biaya anak sekolah bagaimana? Kebutuhan lainnya bagaimana?  

Utang tumpuk tidak hanya satu kios disini, pasti ada berapa tempat dan mau lunaskan utang tersebut pake uang dari mana? Jawabannya sudah jelas, mereka pasti akan bayar pake Dana kampung atau dana masyarakat.

Mereka tidak pikir, apakah mereka melakukan utang ini pribadi atau untuk kepentingan masyarakat kampung? Jika mereka melakukan utang ini untuk kepentingan masyarakat maka boleh saja, tetapi jika pribadi maka, sangat disayangkan.

Jadi kepala kampung stop lama-lama di Wamena tanpa tujuan jelas, tugasmu menjaga kampung dan masyarakat setempat, bukan berpoyah-poyah di Wamena.

Penulis mau sambungkan tulisan ini tetapi cukup sampai disini dulu saja, soalnya mengantuk jadi. Selamat membaca. Semoga ada kritik dan saran dari pembaca. Wa..Wa..Wa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here