Aksi AMP dan FRI-WP: Trikora 19 Desember adalah awal Pemusnahan Rakyat Papua Barat

3
629

MAJALAHWEKO, BALI – Rabu, 19 Desember 2018, YLBHI-LBH Bali mendampingi aksi damai Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) yang dilakukan di Parkir Timur Renon.

Aksi damai kali ini dijaga ketat oleh pihak kepolisian seperti biasanya. Tujuan aksi adalah untuk melihat kembali apa yang terjadi di Papua pada tanggal 19 Desember 1961 yang biasa dikenal dengan Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) dan melihat korelasinya dengan bagaimana kondisi masyarakat Papua Barat hari ini. Walau terdapat beberapa intimidasi namun massa aksi tetap tenang sehingga aksi ini berjalan dengan baik dan lancar.

Foto: Ryanski Tucunan, YLBHI-LBH Bali 2018 @ Areal Parkir Timur Lapangan Renon

Adapun tuntutan dari AMP dan FRI-WP adalah untuk mendesak pemerintah menyatakan bahwa Trikora 19 Desember 1961 Ilegal, Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Bangsa Papua Barat

Tuntutan tersebut dapat dijabarkan dalam enam poin:
1. Berikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat bangsa Papua Barat
2. Indonesia dan PBB harus mengakui Trikora 19 Desember adalah awal pemusnahan rakyat asli bangsa Papua Barat
3. Tarik militer (TNI-Polri) organik dan non organik dari seluruh tanah Papua Barat
4. Tutup Freeport, BP, LNG Tangguh, MNC, MIFE, dan yang lainnya, yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di atas tanah Papua Barat
5. PBB harus bertanggung jawab serta terlibat aktif secara adil dan demokratis dalam proses penentuan nasib sendiri, pelurusan sejarah, dan pelanggaran HAM yang terjadi terhadap bangsa Papua Barat
6. Segera jamin kebebasan jurnalis nasional, internasional dan akses terhadap informasi di Papua Barat

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here