Bahaya Lahirnya Embrio Milisi Sebagai Ancaman Serius Bangsa Melanesia (Eurico Guterres di Timor-Timur dan Hendrik Yance Udam di West Papua)

5
12384

Oleh Dr. Socratez S.Yoman

1. Latar Belakang

Tidak menjadi rahasia umum gerakan milisi di Timor-Timur (sekarang: Timor Leste) dan milisi itu juga dikenal pro-Indonesia dan jargon sekarang ialah pro-NKRI. Nama pahlawan pro-Integrasi di Dilli, Eurico Guterres lebih populer waktu itu. Guterres sesungguhnya pimpinan Pasukan Aitarak yang dipersenjatai oleh Panglima TNI Jenderal Wiranto.

Adapun pemimpin pro-NKRI lain, Dominggus alias Kofi Annan sebagai pemimpin pasukan Dadurus Merah Putih di Maliana (Bobonaro). Selain itu ada pula Olivia Mendosa Moruk pemimpin pasukan Laksaur di Kovalima.

Ada pasukan Sakunar di Ambeno dipimpin Simao Lopez, Pasukan Pejuang Junior (PPJ) merah putih atau Bebui Junior 59 di Viqueque dipimpin Bupati Martinho Fernandez, dan Hadomi Merah Putih di Manatuto dipimpin oleh Bupati Manatuto Vidal Doutel Sarmento dan pasukan Morok juga di Manatuto dipimpin Thomas de Aquino Kalla, dan ada pula pasukan Darah Merah di Ermera, dan Darah Integrasi di Lautem.

Sesungguhnya pasukan pertama dibentuk pada 17 Desember 1998 di Ainaro dengan sebutan MAHIDI (Mati Hidup Integrasi Dengan Indonesia) yang dipimpin Cancio de Cavalho. Lalu pada Februari 1999 lahir pasukan Besi Merah Putih (BMP) markas utamanya di Maubara, Liquica yang dipimpin oleh Dominggus Sousa, anggota DPRD II dari Fraksi PDIP.

Siapa yang membentuk pasukan-pasukan ini? Pertanyaan ini telah dijawab oleh Ketua Pasukan Aitarak di ibu kota Dilli, Eurico Guterres. Eurico mengeluh atau memprotes pak Wiranto.

Foto Penulis: Dr. Yoman ketika membuka Kongres ke 18 PGBP di Wamena. Senin, 11/12/2017

“Kenapa hari ini kami ada di sini? Kok enak sekali pak Wiranto, dengan saya bersama kawan-kawan lain masuk daftar Serious Crime, tapi beliau jadi menteri, kok kami jadi gembel.”

“Jangan lupa kami, bahwa dimanapun kita selalu bersama-sama dan nama kita masuk dalam daftar Serious Crime.”

“Pak Wiranto selalu mendampingi Presiden ke mana-mana, tapi kami tidak bisa ke mana-mana, sehingga sudah saatnya kami menyampaikan kepada pemerintah dan juga kepada pak Wiranto, supaya nasib orang-orang ini yang pernah Bapak tahu dan kenal, bisa diperhatikan” (Sumber berita: Kupang, Kompas.com, Senin,25/09/2017).

Latihan Milisi. (Lihat videonya di akun facebook bapak Socratez Yoman)

2. Pasukan Milisi Terbentuk & Rakyat West Papua Diadu-domba

Terbentuknya Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Cinta NKRI (DPD Gercin) Papua yang dipimpin Hendrik Yance Udam tidak diragukan misi, tujuan dan agendanya. Pembentukan kelompok ini sebagai pasukan Milisi di West Papua yang perlu rakyat dan bangsa West Papua menyikapinya dengan bijak supaya tidak terjadi adu-domba & konflik orizontal. Jelas, tujuan pasukan milisi dibangun untuk menciptakan konflik orizontal dan adu-domba antar rakyat West Papua, (Cepos, 20/09/2018)

Ada sejarah di Timor Timur (Timor Leste). “Pada 1978, pimpinan TNI di Timtim membentuk perkumpulan pemuda yang disebut Wanra atau Perlawanan Rakyat. Anggota Wanra dibina Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Selama 23 tahun, Wanra berperan membantu TNI dalam upaya mengejar kelompok yang disebut Gerakan Pengacau Keamanan (GPK). Karena itu, mereka dilengkapi dengan senjata api” (Sumber: Timor Timur Satu Menit Terakhir: Catatan Seorang Wartawan, CM Rien Kuntari, 2008, hal.56).

Paling menarik untuk menjadi pelajaran sangat berharga bagi bangsa West Papua, baik yang pro-Merdeka dan yang cinta pada NKRI. Yaitu, wartawan Kuntari dengan indah mengabadikan pelajaran bernilai.

“Di sisi lain, kelompok pro-integrasi, termasuk para pejuangnya pun semakin terjepit ke tepi. Kondisi tidak seimbang ini akhirnya membuahkan teror, intimidasi, saling tuduh, bahkan saling bunuh. Anehnya, baik pro-otonomi maupun pro-kemerdekaan, sama-sama merasa terteror dan terintimidasi. Kedua pihak merasa menjadi korban pihak lain. Karena itu, pertikaian kedua kelompok semakin sengit. Sempat selintas saya berpikir, siapa sih sebenarnya yang membuat teror? ( hal.53).

3. Bangsa West Papua PASTI Merdeka

Dalam buku saya berjudul: West Papua: Persoalan Internasional (2011, hal.4) saya menyatakan keyakinan iman saya kepada Tuhan yang mengajarkan kepada saya: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).

“SAYA TAHU, saya mengerti dan juga sadar apa yang baktikan ini. Karena itu, Anda yakin atau tidak yakin, Anda percaya atau tidak percaya, Anda suka atau tidak suka, Anda senang atau tidak senang, cepat atau lambat, Penduduk Asli Papua Barat ini akan memperoleh kemerdekaan dan berdiri sendiri sebagai sebuah bangsa dan negara berdaulat di atas tanah leluhur mereka.

Dalam keyakinan dan spirit itu, apapun resikonya dan pendapat serta komentar orang, saya dengan keyakinan yang kokoh dan keteguhan hati nurani, saya mengabdikan ilmu saya untuk menulis buku-buku sejarah peradaban dan setiap kejadian di atas tanah ini. Supaya anak-cucu dari bangsa ini, ke depan, akan belajar bahwa bangsa ini mempunyai pengalaman sejarah penjajahan dan penderitaan panjang yang pahit dan amat buruk yang memilukan hati yang dilakukan dari pemerintah Indonesia” (Socratez Sofyan Yoman, Ita Wakhu Purom, Numbay ‘Jayapura’ Papua Barat, Kamis, 09 Juni 2011, 21:17WP).

“Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua, sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi, dan marifat, tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini. Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.” (Pdt. Izaac Samuel Kijne, Wasior, Manokwari, 25 Oktober 1925).

4. Kesimpulan

Pemerintah RI, aparat keamanan TNI/Polri dari berbagai Kesatuan, saudara-saudara non-Papua yang sudah hidup lama maupun yang baru datang, dan orang-orang Asli West Papua, MARILAH, kita sama-sama mencari berkat dan rahmat TUHAN dengan cara menghargai martabat manusia di West Papua. Kita semua tidak menghendaki kutuk, murka & malapetaka dari TUHAN.

Kita HARUS mengakhiri penderitaan, tetesan air mata dan cucuran darah umat TUHAN di Tanah ini.

Penulis: Dr. Ndumma Socratez S.Yoman, M.A. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua. (IWP22918).

Editor: Nuken/MW

5 KOMENTAR

  1. Hi. I see that you don’t update your blog too often. I
    know that writing articles is time consuming and boring. But did you
    know that there is a tool that allows you to create new articles using existing content (from article
    directories or other pages from your niche)?
    And it does it very well. The new posts are
    unique and pass the copyscape test. Search
    in google and try: miftolo’s tools

  2. HARAPAN DAN TANTANGAN SDM ESTAFET WEST PAPUA

    Daya dukung bumi cenderawasih mempunyai keterbatasan.Karena pertambahan jumlah penduduk dari seberang rumpun non melanesia.
    Jumlah penduduk sifatnya eksponensial maka suatu saat akan tiba pada suatu titik saat bumi cenderawasih kita ini akan tidak dapat memikul lagi.
    Oleh karena itu bumi cenderawasih memerlukan pengendalian oleh penduduk asli rumpun melanesia, sekaligus meningkatkan kualitas penduduk asli rumpun melanesia khususnya penduduk asli bumi cenderawasi sendiri dengan memanfaatkan secara optimal sumber-sumber yang di sediakan oleh Tuhan pada pulau cenderawasih ini agar, dapat di manfaatkan sebesar-besarnya untuk
    PENINGKATAN TARAF HIDUP MANUSIA MELANESIA YANG HIDUP DIATAS BUMI CENDERAWASIH.
    Tuhan menyediakan pulau atau daratan yang ada di bumi ini dengan caranNya yang strategis dan memberikan kewenangan kepada masing-masing suku,Ras, dan budayanya untuk di kelolah dan menikmati. Pulau pulau yang di sediakan Tuhan ini memiliki etika kehidupan. Jadi BUKAN untuk merampas dan merusak bahkan membunuh kepemilikan pulau serta sumber-‘sumber titipan dari Tuhan untuk kehidupan manusia ini.
    Dengan demikian yang menjadi rujukan akhir dari segalah kehidupan manusia west papua melanesia dan suku-suku lainya di bumi ini ialah PENINGKATAN MUTU MANUSIA
    Mencakup peningkatan kualitas manusia yang menguasai teknologi 1. “SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN TARAF HIDUP MANUSIA west papua-melanesia.
    2. Megelolah sumber-sumber alam yang di sediakan oleh Tuhan pada bumi Cenderawasih ini secarah optimal dan bukan powerfull tecnologi.
    3. Sehingga dapat di wariskan kepada generasi west papua-melanesia berikut anda.
    4. Anda,Memotivasi dan meminta kepada bangsamu west papua untuk dapat dan mau bekerja keras.
    5. Memotivasi dan meminta kepada bangsamu west papua untuk bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan sebagai penjamin kelangsungan hidup dari generasi ke generasi yang berkelanjutan.
    5. Menjadikan dirimu sebagai manusia west papua -melanesia yang bertanggung jawab, bernilai moral yang tinggi yang membentuk masyarakat suatu masyarakatmu madani menuju suatu masyarakat west papua yang adil-makmur dan beradab.

    Kesimpulan; masyarakat west papua bersama kerabat melanesia lainnya bukan hanya sekedar berjuang untuk mencapai kemakmuran berdasarkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 PASAL 33.
    Tetapi berjuang untuk “KEMAKMURAN YANG ADIL DAN MENEMPATKAN MORALITAS DIRI WEST PAPUA DIATAS SEGALAH-GALANYA” .
    Sehingga tidak ingin hidup bersama dengan orang yang menjadi harimau bagi sesama manusia dan lingkungannya. Manusia west papua-melanesia, ingin mempertahankan karakteristik sebagai bagian dari manusia yang berkualitas. Yang sebagaimana pernah hidup di dalam kebuyayaan west papua yang berkarakter dan berkualitas.
    Pada akhirnya dipandang bumi cenderawasih serta segalah isinya oleh negara-negara di dunia lain sebagai MANUSIA MELANESIA YANG BERKUALITAS MORAL.

    Penulis
    Arnold Asso,S.Pd
    3/2/2019

    Bersambung…

  3. Throughout this grand pattern of things you secure a B- with regard to effort and hard work. Exactly where you misplaced everybody was first on your details. You know, it is said, details make or break the argument.. And that couldn’t be much more correct in this article. Having said that, let me say to you precisely what did work. Your authoring is really engaging and that is probably the reason why I am making the effort in order to comment. I do not really make it a regular habit of doing that. 2nd, while I can easily see a leaps in logic you make, I am not sure of exactly how you seem to unite the details which in turn make the conclusion. For now I will, no doubt subscribe to your position however wish in the foreseeable future you actually connect the dots much better.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here