Mahasiswa Papua di NTT dibekali Materi Perjuangan Kemerdekaan Papua

0
1045

MAJALAHWEKONEWS.COM, MANADO – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia di Manado kembali memberikan pembekalan materi perkembangan politik kemerdekaan West Papua kepada 25 mahasiswa baru asal Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang berkuliah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (1/9/2018) lalu.

Sebelumnya, KNPB Konsulat yang berpusat di Manado ini juga memberikan materi kemerdekaan Papua kepada ratusan mahasiswa baru 25 Agustus silam. Menurut Chiko Wanena, Ketua Diplomasi Politik KNPB Konsulat, kegiatan ini merupakan langkah KNPB Konsulat untuk memberikan pemahaman tentang materi pendidikan politik kemerdekaan West Papua kepada para mahasiswa yang merupakan generasi masa depan Papua, agar mereka memahami jati diri yang sebenarnya.

“Mahasiswa Papua wajib tahu sejarah West Papua yang dihapus atau diputar balikan faktanya oleh kolonialisme indonesia selama 57 tahun,” kata Chiko Wanena saat berada di Kupang, NTT, melalui telepon selular kepada Jubi pada, Minggu (2/9/2018).

Dalam penjelasannya, Chiko menjabarkan tentang status West Papua sejak keberadaan Netherland Niew Guinea. Sebagaimana diketahui niat baik Belanda mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sampai deklarasi Kemerdekaan West Papua pada tanggal 1 Desember 1961 di Hollandia.

Tapi dalam kurun waktu 18 hari, Presiden Indonesia Soekarno mengumumkan Tiga Komando Rakyat (TRIKORA) 19 desember 1961 untuk menumpas gerakan Pro Kemerdekaan West Papua. Kala itu, Operasi militer secara Brutal dilancarkan. Ia juga menyampaikan Perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962, atas Persengketaan Wilayah Teritorium Hukum Internasional menyatakan “Act of Free Choice”, dibawa pengawasan UNTEA.

“Namun proses itu dinilai melanggar hukum konstitusi internasional sebab Indonesia menggunakan metode musyawarah atau disebut Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera),” ujarnya.

Ia bahkan berani menegaskan bahwa kondisi dan situasi tahun 2018 di tanah Papua menunjukkan adanya rencana yang dirancang secara masif, sistematis dan terstruktur menuju kepunahan Orang Asli Papua (OAP). Banyak contoh nyata seperti kematian misterius ribuan orang, mulai balita hingga dewasa, merampas hak tanah adat dan hak ulayat yang diabaikan, penambangan liar, konflik horizontal dan banyak motif lainnya sedang membabi buta.

“Mahasiswa Papua sebagai agen perubahan harus membangun kesadaran atas sejarah kita yang disembunyikan, bersatu dan selamatkan manusia dan alam West Papua,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rafinus Gwijangge mengatakan, dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut tak lain untuk menciptakan suasana yang baru. Ada enam materi yang diberikan kepada para mahasiswa.

“Kita buat penerimaan agar menciptakan mental dan membentuk karakter serta kesatuan dan persatuan melalui organisasi. Mereka ini adalah generasai penerus yang akan berjuang untuk membangun Papua. Materi ada berbeda dari organisasi sosial, kampus dan organisasi politik dari KNPB Konsulat,” katanya.

Sementara itu, Ketua umum Forum Komunikasi Mahasiswa Papua di NTT, Yosep Motte mengatakan sesuai dengan tema yang diusung yaitu melahirkan anggota yang berkarakter pemimpin, maka kegiatan ini digelar sebagai salah satu bentuk tindaklanjut mewujudkan target tersebut.

“Kami senior siap mempersatukan mereka dari Papua datang dengan daerah dan Provinsi yang berbeda tetapi melalui organisasi ini kita adalah satu kesatuan Papua, maka siap mendidik mereka,” katanya.(*)

Sumber: http://tabloidjubi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here