Aksi Massa AMP KK Surabaya di Hadang Oleh Polisi dan Ormas Surabaya

0
658
AMP KK S
Aksi Massa AMP KK Surabaya di Hadang Oleh Polisi dan Ormas Surabaya. Kamis, 02 Agustus 2018

MAJALAHWEKO, SURABAYA – Satuan Gabungan Polrestabes Surabaya, intelkam dan Ormas Surabaya Membubarkan Secara Paksa Massa Aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya (AMP KKS). Hari Kamis, 02 Agustus 2018. 

Aksi Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya (AMP KKS) di Gelar dalam rangkah menolak Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969 Ditanah Papua.

Kronologis

Pada Pukul 06.49 Wib, Massa Aksi ketika keluar dari asrma Papua, sekitar 2 intel sudah mulai memantau, tepatnya didepan asrama sebelah jalan raya dekat perempatan Jl. Pacar Keling Surabaya.

Pukul 07.15 Wib, massa aksi berkumpul di Titik Kumpul Aksi depan Monumen Kapal Selam surabaya. Sebelum massa aksi berkumpul di sekitar Monumen Kapal selam Surabaya, sudah ada gabungan Kepolisian dan Intel Polrestabes dan Ormas yang mengenakan Paju Linmas kehitam-hitaman, dengan jumlah keseluruhan hampir 100-an lebih Orang anggota gabungan. Dan pula satu truk kepolisian, belasan mobil biasa dan motor yang digunakan oleh anggota-angota tersebut.

Baca juga:

Pukul 07.45 Wib. Massa aksi di arahkan untuk melakukan long mars, tetapi dapat dihadang di titik kumpul aksi, tanpa alasan yang tepat, namun dapat di tutup rapat jalan hingga tidak di berikan ruang untuk melakukan aksi.

Lagi pula, dalam aksi tersebut kordinator umum (Step Pigai) mulai berorasi dan melakukan orasi-orasi politik, dalam orasinya, ketika berorasi dan menyingging terkait kebijakan pemerintah terhadap pengusuran di daerah keputih surabaya dan beberapa tempat di surabaya, salah satu oknum intel mengatakan bahwa, “Anda stop mengungkit masalah yang di surabaya, kalau tidak akan kami tangkap anda, jangan sekali lagi mengungkit persoalan yang terjadi di surabaya maka secara tak segang-segang kami akan giring ada kedalam mobil yang sudah kami siap” itulah tutur oknum tersebut.

Lagi pula korlap (Step Pigai) di ancam-ancam sampai hampir didorong oleh intel tersebut, dan tegasnya oknum intel itu lagi anda jangan berlebihan akan kami siap tangkap, dan satu hal ingat jangan sekali pun singgung Persoalan PEPERA maupun persoalan basis-basis penindasan yang terjadi di kota surabaya.

Baca juga:

Pembukaman ruang demokrasi untuk menyampaikan pendapat di muka umum jelas dibatasi rapat-rapat, hingga dalam kondisi itupun kata-kata cacian dan makian pun di ungkap oleh oknum-oknum kepolisian yang ada saat itu di tempat kejadian atau titik kumpul momumen kapal selam surabaya.

Sekitar hampir satu jam, kami masih pada posisi dan melakukan upaya-upaya agar ada ruang sedikit pun untuk kami agar bisa kami long mars, tetapi ditutup rapat, lagi pula pihak kepolisian, intel dan ormas yang ada mereka menutup perangkat yang kami bawah spanduk dan poster-poster yang sedang kami pegang agar masyarakat surabaya yang melewati jalan raya tidak membaca atau mengetahui aksi yang kami lakukan.

Pukul 09-30 Wib kami akhirnya dipaksa bubarkan oleh kepolisian, intel dan ormas yang ada, tanpa alasan yang jelas ketika bernegosiasi secara spontang oleh Kordum (step Pigai).

Akhirnya, tepat pukul 19.45 kami terpaksa harus tingalkan titik kumpul aksi lalu segera kembali atau pulang. Reprensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian gabungan ini adalah suatu tindakan untuk membatasi ruang menyampaikan pendapat di muka umum.

Aksi kami selalu saja di bungkam dan selalu di bubarkan secara paksa oleh pihak kepolisian, intel dan ormas, maupun TNI, maka kami minta bantuan kepada semua elemen yang peduli atas Hukum, Ham dan semua organ perlawanan, untuk mengadvokasi pembukaman ruang demontrasi, represif dan intimidasi, yang selalu dilakukan oleh pihak Kepolisian, intel dan Ormas. Apapun bentuk kegiatan yang kami lakukan selalu di represif yakni aksi secara Diskusi ilmia maupun Aksi turung jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here